Sebaliknya, Murtasim berasal dari keluarga yang kuat dan berpengaruh. Dia menghormati dan menghargai moral dan tradisi keluarganya dan tidak mau mengecewakan keluarganya.
Segera hidup mereka mengalami serangkaian penderitaan emosional dan kesalahpahaman yang membuat mereka sulit untuk hidup berdampingan. Meski saling membenci, akankah Meerab dan Murtasim menerima perasaan mereka yang sebenarnya ataukah dinamika ego dan harga diri memaksa mereka untuk tetap berpisah?
]]>