ULASAN : – Seorang bocah laki-laki belajar nilai dari pengungkapan kebenaran dengan cara yang kaku dan sesak— film yang dikerjakan dengan sangat baik di semua departemen. Tidak perlu memikirkan poin-poin kuat konsensus di sini. Melihat film thriller kecil yang kencang ini di kota kecil di barat ketika saya berusia 10 tahun tidak hanya membuat saya takut, tetapi juga memengaruhi persepsi saya tentang kehidupan perkotaan selama bertahun-tahun yang akan datang. Melihat film itu lagi 60 tahun kemudian, saya terkesan dengan desakan produser Dore Schary pada kesuraman rumah petak, setidaknya menurut standar pinggiran kota nanti. Tidak ada upaya untuk mengagungkan atau bahkan memoles flat keluarga yang kotor dan sempit. Baik di lokasi NY atau di panggung suara RKO, pencahayaannya tetap gelap dan menekan. Tentu saja, hal itu tidak hanya mempertinggi suasana noir, tetapi juga memberikan tingkat realisme yang tidak biasa pada lingkungan keluarga kelas pekerja. Lagi pula, Ayah bekerja shift malam, sementara Ibu membantu keluarga besar, meninggalkan Tommy kecil sendirian di rumah. Dan itu, saya yakin, lebih dari sekadar perangkat plot yang praktis. Dan dapatkan banyak reruntuhan di lokasi tempat anak-anak bermain di awal — terlihat seperti sesuatu dari Eropa pascaperang. Tidak heran MGM mengejar Schary dalam upaya untuk menjadi lebih relevan secara sosial di Amerika pasca-Andy Hardy. Mungkin ada banyak Hollywood dalam melodrama itu sendiri, tetapi tampilan dan nuansanya jelas bukan Hollywood pada masanya. Sungguh film kecil yang bagus yang masih membuat penasaran. Dan, jika saya ingat dengan benar, saya menjadi anak kecil yang sangat baik untuk waktu yang lama sesudahnya.
]]>ULASAN : – Ini bulan September 1967, dan Chris (Charlie Sheen) baru saja tiba di Vietnam. Dia terlindung dan ayah serta kakeknya bertempur di militer. Sebagai orang baru, tidak ada yang peduli untuk menjadi temannya. Letnan Wolfe (Mark Moses) adalah pemimpin lemah yang tidak efektif. Anak buahnya terbagi dua. Beberapa adalah pengikut Sersan yang kejam. Barnes (Tom Berenger). Lainnya adalah pengikut Sersan yang manusiawi. Elias (Willem Dafoe). Pada akhirnya, Barnes dan Elias berjuang untuk jiwa Chris. Ini adalah film perang Vietnam klasik. Oliver Stone telah menciptakan kembali pertempuran hutan dan menempatkan kisah moralitas di tengahnya. Ini mungkin penampilan terbesar Charlie Sheen. Kepolosannya pada awalnya berkembang menjadi petarung veteran beruban. Pertarungannya sangat realistis, dan ceritanya sangat menarik. Ini harus dilihat oleh semua penonton film.
]]>