ULASAN : – Saya melihat pengaruh kuat Kurosawa dalam film ini, dengan nuansa Peckinpah. Campuran ini bekerja dengan sangat baik. Sayangnya, orang-orang di peran utama tidak benar-benar melakukan tugasnya. Saya menyadari bahwa gaya akting bervariasi di negara lain, tetapi orang-orang ini kurang memiliki kredibilitas. Mungkin gema dari Kurosawa membuat saya mencari Mifune. Subcerita romantis tampak asing dan dipaksakan.
]]>ULASAN : – Film luar biasa ini berlatarkan Indonesia tahun 1965, ketika seorang Australia reporter bernama Gay Hamilton ditugaskan pada pekerjaan pertamanya sebagai jurnalis asing. Misinya yang tampaknya sederhana ke Yakarta segera menjadi panas ketika dia mewawancarai seorang pemimpin pemberontak, sementara Presiden Sukarno digulingkan oleh tekanan kiri dari komunis dan kanan dari militer. Guy segera menjadi reporter terpanas dengan bantuan fotografernya, seorang cebol setengah Tionghoa asli bernama Kwan. Akhirnya Hamilton harus menghadapi konflik moral dan hubungan antara Billy dan dia mencapai beberapa masalah yang berhubungan dengan atase diplomatik Inggris, pada saat yang sama pergolakan politik terjadi di kudeta. Mel Gibson baik sebagai koresponden yang meliput konflik dan mendapati dirinya menjadi pribadi terlibat ketika dia berteman dengan seorang fotografer pekerja lepas bernama Billy Kwan dan jatuh cinta pada seorang asisten Kedutaan yang cantik, Sigourney Weaver yang memesona. Momen-momen menyentuh film ini ditemukan terutama dalam penampilan pendukung yang luar biasa sebagai Michael Murphy sebagai jurnalis yang lincah, Bill Kerr sebagai Kolonel veteran dan tentu saja Linda Hunt yang mungil yang mencuri perhatian sebagai fotografer yang masuk akal dalam karakter pemenang Academy Award-nya, seorang wanita yang berakting sebagai pria, dan memang pantas dihargai. Skor musik yang bergerak dan intim meskipun disusun oleh synthesizer oleh Maurice Jarre. Sinematografi atmosfer yang memadai sebagai mood-piece oleh Russell Boyd. Film ini disutradarai secara memukau oleh sutradara Australia Peter Weir yang meraih beberapa hits (Saksi, Gallipoli, Gelombang terakhir) dan beberapa kegagalan (Pantai nyamuk, Tukang ledeng). Film milik sub-genre yang berlimpah di tahun 80-an tentang reporter di seluruh dunia yang meliput konflik politik yang berbahaya, seperti Nicaragua di ¨Under fire¨ oleh Robert Spottswoode dengan Nick Nolte, Gene Hackman dan Joanna Cassidy, Salvador di ¨Salvador¨ oleh Oliver Batu dengan James Woods dan James Belushi, dan Libano di ¨Deadline¨ oleh Nathaliel Gutman dengan Christopher Walken dan Hywel Bennett. Film-film ini sangat mirip dengan ¨Tahun kehidupan yang berbahaya ¨.
]]>