ULASAN : – Jika Anda akan menonton film ini, bersiaplah untuk menangis karena yang ini emosional.! SPOILER ALERT!Film ini tentang pasangan Belanda yang mengarungi Atlantik bersama putra mereka yang berusia lima tahun. Beberapa adegan pertama hanyalah mereka dengan damai di kapal bersenang-senang bersama. Saat itulah teror menyerang. Mereka tidak dapat menemukan putra mereka… awalnya mereka mengira dia bersembunyi, jadi mereka mencarinya seolah-olah ini adalah permainan. Ketika mereka tidak dapat menemukan mereka, mereka menyadari bahwa dia mungkin telah jatuh. Setelah mencari sedikit lagi, mereka menyadari dia sudah pergi. Sekarang sebagai penonton Anda tahu kematian anak-anak ini. Dia mungkin bermil-mil jauhnya di lautan dan tidak terlihat oleh mereka karena kepala kecil dari jarak bermil-mil jauhnya sangat kecil. Mereka tetap mencoba menemukannya dan tidak berhasil. Sisa filmnya banyak adegan menangis dan emosional. Film ini memiliki 1 plot twist lagi. Sang ibu hamil lagi tetapi belum memberi tahu sang ayah. Dia menyarankan anak lain dan ayahnya mengatakan dengan jelas bahwa anak lain akan membunuhnya. Sang ibu memutuskan untuk meninggalkannya tanpa memberitahunya tentang kehamilannya. 35 tahun kemudian mereka berdua sudah tua dan kehamilan itu menghasilkan seorang anak. Sang ayah membuat musik tentang anak yang hilang dan orang tua terhubung kembali. Ibu memutuskan untuk memberitahunya tentang fakta bahwa dia memiliki anak yang sudah dewasa. Percikan harapan dalam film yang tragis dan menyedihkan. 9/10 saya menangis. Satu-satunya kritik yang saya miliki adalah bahwa ada 1 adegan seks di mana pria mengalami orgasme yang sangat tidak realistis. Realistis karena ia tampak santai saat orgasme.
]]>ULASAN : – Ketika saya masih di sekolah menengah, dahulu kala, saya membaca novel tahun 1966 yang menjadi dasar film ini: Nooit Meer Slapen (Never sleep again) oleh mendiang penulis Belanda W.F. Herman. Buku itu terbaca seperti pembakar lambat tentang eksistensialisme dan kesepian di hutan belantara Norwegia. Saya sangat terkejut bahwa cerita ini akhirnya dibuat menjadi film. Beyond Sleep sangat bergantung pada close up tokoh terkemuka Reinout Scholten van Aschat yang berperan sebagai ahli geologi muda yang sedang mencari untuk dampak meteor di Norwegia. Dia cantik dengan mata hijau dan janggut merahnya. Scholten van Aschat adalah impian sinematografer sejati. Penderitaan dan kepedihan yang harus ia mainkan tidak terucapkan karena ia adalah tipikal anak laki-laki Belanda yang santun dan tidak mudah mengeluh. Pengkhianatan adalah topik utama. Di layar ada banyak kemarahan yang terkendali (yang memberi film ini elemen thriller) dan pasangannya, delusi dan halusinasi paranoid. Nasib dan ironi menguasai ahli geologi muda itu. Hasil ekspedisi benar-benar kebalikan dari ekspektasi.
]]>